EVALUASI MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN TERHADAP BUDI DAYA TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN BONGOMEME KABUPATEN GORONTALO

Umbang Arif Rokhayati(1), Fani Dwi Evadewi(2),


(1) Universitas Negeri Gorontalo
(2) 
Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tata cara pemeliharaan, khususnya tata cara pemberian pakan, mengevaluasi jenis bahan pakan dan mengevaluasi ketersedian pakan sapi potong di Kecamataan Bongomeme Kabupaten Gorontalo. Penelitian dalam bentuk survey yang di laksanakan pada bulan Febuari - Maret 2022 dengan lokasi pengambilan data di Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo.Hasil penelitian menunjukan bahwa Peternak sapi potong di Kecamatan Bongomeme menggunakan system pemeliharaan intesif dan semi intensif.Nilai koefisien determinasi yang diperoleh 0,437 yang menandakan bahwa 43% manajemen pemberian pakan di pengaruhi oleh tingkat pendidikan, tingkat umur, jumlah ternak, dan pengalaman beternak sedangkan nilai koefisien korelasi yang di peroleh 0,661menunjukan hubungan antara variable-variabel tersebut erat. Dapat disimpulkan bahwa Peternak sapi potong di Kecamatan Bongomeme menggunakan lahan yang tersedia untuk mendapatkan hijauan dan limbah perkebunan yang dapat diperoleh pada lahan penggembalaan, persawahan, dan perkebunan sebagai sumber pakan sapi potong.Tingkat pendidikan, tingkat umur, jumlah ternak dan pengalaman beternak secara bersama-sama mempengaruhi manajemen pemberian pakan.

References


Abidin, Z. 2006. Penggemukan Sapi Potong. Penerbit Agro Media Pustaka.

Jakarta.

Abdullah, A., Aminawar, M., Hoddi, A.H., Ali, H.M., dan J.M. Syamsu. 2012. Identifikasi kapasitas peternak dalam adopsi teknologi untuk pengembangan sapi potong yang terintegrasi dengan padi. Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin Makassar, Makassar

Anggorodi. 1984. Ilmu Makanan Ternak Umum.Penerbit PT. Gramedia. Jakarta Ball, P. J. H. dan A. R. Peters, 2004.Reproduction in cattle.Third Edition. Blackwell Publishing. Oxford.

Badan Pusat Statistik Pajukukang dalam Angka, 2016.Pajukukang dalam Angka 2016.Badan Pusat Statistik Pajukukang dalam Angka.Bantaeng.

Direktorat Jenderal Peternakan. 2009. Peluang pencapaian dan kebijakan Swasembada Daging 2014. Dalam Seminar Tematik Peternakan ”HUT Badan Litbang Pertanian”. Bogor, 12 – 13 Agustus 2009.

Direktorat Jendral Peternakan, 2011. Pedoman Teknis Pengembangan Agribisnis Peternakan, Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan Departemen Pertanian, Jakarta.

Direktorat Jendral Peternakan, 2010. Pedoman Teknis Bantuan Langsung Pinjaman Masyarakat ( BPLM), Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan. Departemen Pertanian, Jakarta..

Hartanto, 2008.Estimasi Konsumsi Bahan Kering, Protein Kasar, Total Digestible Nutriens dan Sisa Pakan pada Sapi peranakan Simmental.Agromedia 26(2). Hal 34-43.

Herlinda, S. 2007. Arahan Penataan Kawasan Penyebaran dan Pengembangan Peternakan Sapi Potong Di Kabupaten Lima Puluh Kota. Sekolah Pascasarjana, Institute Pertanian Bogor, Bogor.

Hidayati, 2009.Usaha Penggemukan Ternak Sapi dalam upaya Pengembangan Ekonomi Local Di Dusun Ngemplak Asem, Umbulmartani, Ngemplak Sleman, Yogyakarta. Fakultas Dakwah Jurusan Pengembangan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yogyakarta.

Karina, S.I. 2012.Pengaruh Kepuasan Dan Nilai Pelanggan Terhadap Loyalitas Konsumen Rumah Makan Rasatama Kediri.Jurusan Manajemen Konsentrasi Bidang Pemasaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Universitas Brawijaya. Hal 25-27

Fordyce G, Olchowy TWJ and A. Anderson. 2003.Hydration in non-suckling neonatal Brahman cross calves. Australian Veterinary Journal 91:Submitted for publication. Hal 33-34

Mersyah, R. 2005. Desain sistem budi daya sapi potong berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Bengkulu Selatan. Disertasi, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Hal 22-23

Mukson, S., Marzuki, P.I., dan H. Setiyawan. 2008. Faktor- Factor Yang Mempengaruhi Potensi Pengembangan Ternak Sapi Potong Rakyat di Kecamatan Kalliori Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Fakultas Peternakan Universitas di Ponegoro Semarang, Semarang.Hal 44-46

Nurhasikin, 2013.Penduduk Usia Produktif dan Ketenagakerjaan.Artikel.Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Kepulauan Riau. Kepulauan Riau.

Nugraha, A. 2015. Tingkat adopsi inovasi teknologi ib (inseminasi buatan)pada peternak sapi potong di Kecamatan Lalabata di Kabupaten Soppeng. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin.

Parakkasi, A. 1999.Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia.Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Prasetyono, 2008.Pemanfaatan limbah pertanian dalam biofermentasi dalam meningkatkan daya gunanya sebagai pakan ternak. Puslit Bangtek LPN Undip, Semarang.

Prasetya, A. 2011.Manajemen pemeliharaan sapi potong pada peternakan rakyat di sekitar kebun percobaan rambatan BPTP Sumatera Barat.Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institute Pertanian Bogor, Bogor.

Rahardi, F. 2003. Agribisnis Peternakan. Penebar Swadaya. Jakarta

Rangkuti, M. 1987. Meningkatkan pemakaian jerami jagung sebagai pakan ternak ruminansia dengan suplementasi.Bioconvertion Project Workhshop on Crop Residues for Feed and Other Purposes.Grati.

Rasjid, S. 2012. The Great Ruminant Nutrisi, Pakan, dan Manajemen Produksi.Cetakan kedua.Penerbit Brilian internasional. Surabaya.

Retnani, Y., F.P. Syananta, W. Widiarti, L.Herawati dan A. Saenab. 2010. Pemanfaatan Wafer Limbah Sayuran Pasar untuk Ternak Domba. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.

Santosa, U. 2003. Tata Laksana Pemeliharaan Ternak Sapi. Penerbit Swadaya.

Jakarta

Safitri, T. 2009. Penerapan good breeding practices sapi potong di Pt Lembu Jantan Perkasa Serang Banten.Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institute Pertanian Bogor, Bogor.

Sarwono, B. 2002.Penggemukan Sapi Secara Cepat. Penerbit Swadaya. Jakarta Siregar, S. B., 1996. Ransum Ternak Ruminansia. Penerbit Swadaya. Jakarta.

Siregar, S. B. 2003. Penggemukan Sapi. Penerbit Swadaya. Jakarta.

Siregar, S. B. 2009. Analisis Pendapatan Peternak Sapi Potong di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Departemen Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara.

Setiadi, B. 2001.Beternak Sapi Pedaging dan Masalahnya.Penerbit Aneka Ilmu.Semarang.

Singarimbun, M. 1995. Metode Penelitian Survey.PenerbitLP3S, Jakarta.

Sevilla. Consuelo G. 2006. Pengantar Metode Penelitian, Universitas Indonesia. Jakarta.

Sembiring H, Panjaitan T, Mashur, Praptono D, Muzani A, Sauki A, Wildan, Mansyur, Sasongko, A. Nurul. 2002. Prospek Integrasi Sistem Usaha Tani Terpadu, Pemeliharaan Sapi pada Lahan Irigasi di Pulau Lombok. Wartazoa Buletin Ilmu Peternakan Indonesia 12 (1): 9 -17.

Sosroamidjojo, dan Soeradji. 1985. Peternkan Umum. Penerbit CV. Yasaguna, Jakarta.

Suryana. 2009. Pengembangan usaha ternak sapi potong berorientasi agribisnis dengan pola kemitraan . Jurnal Litbang Pertanian. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Kalimantan Selatan.

Sudardjat, S. 2000. Potensi dan Prospek Bahan Pakan Lokal dalam Mengembangkan Industri Peternakan di Indonesia.Buletin Peternakan Edisi 10. Hln 11-15.

Syafaat, N., A. Agustian, T. Pranadji, M. Ariani, I. Setiadjie dan Wirawan. 1995. Studi kajian SDM dalam menunjang pembanguanan pertanian rakyat terpadu di KTI.Puslit Social Ekonomi Pertanian, Bogor.

Syamsu, J.A., 2005. Analisis potensi limbah tanaman pangan sebagai sumber pakan ternak ruminansia di Sulawesi Selatan.IPB. Bogor.

Talib, C.A. Bamualim, dan A.Pohan.2003. Problematika pengembangansapi bali dalam pemeliharaan di padang penggembalaan. ProsidingSeminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Bogor. Hal 22

Tangendjadja, B. dan E. Wina 2008.Limbah tanaman dan produksi sampling industry jagung untuk pakan.Balai penelitian ternak, Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner.Bogor. Vol 3

Toelihere, M. 1981. Fisiologi Reproduksi pada Ternak.Penerbit Angkasa.

Bandung.

Toelihere, M.Z. 2003 . Increasing the success rate and adoption of artificial insemination for genetic improvement of Bali cattle .Entwistle, K and Lindsay, D (Ed).Strategies to improve Bali cattle in eastern Indonesia. ACIAR Proceedings. Bandung. No .110 : 48-53 .

Wiyatna, M. F. 2002. Potensi dan Strategi Pengembangan Sapi Potong di Kabupaten Sumedang Propinsi Jawa Barat.Tesis. Program Pascasarjana IPB. Bogor.

Williamson, G., dan W.J.A. Payne. 1993. Pengantar Peternakan di DaerahTropis.Edisi ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Yusdja, Y.N. Ilham dan W.K. Sejati. 2003. Profil dan permasalahan peternakan dalam: forum penelitian agroekonomi. Puslitbang Sosek Pertanian. Bogor. Hal 52


Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

Article Metrics

Abstract View : 651 times
PDF (Bahasa Indonesia) Download : 734 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.