KAJIAN SISTEM PERKANDANGAN (CLOSE HOUSE DAN TRADISIONAL) TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK AYAM BROILER

Ahmad Musofa(1), Soegeng Herijanto(2), Citopartusi Margaluna Purnama Tjahyani(3),


(1) 
(2) 
(3) 
Corresponding Author

Abstract


       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem perkandangan (close house dan tradisional) terhadap penghasilan peternak ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tetap tertinggi pada sistem closed house berturut-turut adalah biaya peralatan 53,97%, biaya penyusutan kandang 25,97%, penyusutan gudang 14,03%, bangunan listrik 4,51%, dan tendon air 1,50%. Sedangkan pada peternak tradisional berturut-turut dari tertinggi adalah biaya kandang 67,79%, biaya peralatan 24,48%, gudang 6,61%, dan tendon air 1,11%.

       Proporsi biaya variabel tertinggi pada kedua kelompok peternak adalah biaya pakan, biaya DOC, tenaga kerja, listrik, medicine dan bahan bakar. Proporsi biaya variabel pada kedua kelompok lebih dari 97 % dari total biaya. Rata-rata penerimaan yang diterima oleh peternak ayam pedaging yang menggunakan sistem close house lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang diterima oleh peternak ayam pedaging dengan sistem tradisional.

       Pendapatan per periode produksi yang diterima oleh peternak ayam pedaging dengan sistem close house Rp34.323.888 lebih tinggi bila dibandingkan dengan peternak sistem tradisional Rp16.790.140. Demikian juga rasio antara penerimaan dengan biaya (R/C) bahwa pada usaha peternakan ayam pedaging dengan sistem close house lebih tinggi (1,16) bila dibandingkan dengan pada sistem tradisional (1,09). Secara keseluruhan penghasilan yang diterima sebesar Rp134.004.925 untuk kandang dengan sistem close house, dan Rp122.559.536,01 untuk kandang tradisional.

Kata kunci: ayam broiler, sistem close house, sistem tradisional, penghasilan, pendapatan

 


Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

Article Metrics

Abstract View : 43 times
PDF (Bahasa Indonesia) Download : 24 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.